Siapa dibelakang anda ….
Awal berbisnis PE ( private equity), saya kenalan dengan raja Casino Macao. Duit cash nya banyak di bank. Maklum dia juga pengelola dana janket ( credit casino). Saya berusaha mendekatinya, tetapi selalu gagal. Ya Namanya bandar besar. Apalagi keluarganya terkenal sebagai raja casino Las Vegas yang legendaris.
Satu waktu dan mungkin kebetulan, saya dapat info bahwa dia kena trap transaksi ferfoiting. Tagihan janket nya di monetize kepada pihak forfaiter. Dia engga dapat duit. Mau tagih sulit. Dia udah kerahkan debt collector international dan international lawyer, tetap aja gagal. Melalui teman, saya tawarkan solusi. Teman itu sampaikan ke dia. Ya Namanya orang panik, dia percaya saja dengan pedagang sempak. Yang penting dia engga keluar ongkos.
Saya urus dapatkan kembali uang dia. Selama tiga bulan saya berburu di Dubai, London, Swiss. Akhirnya saya bisa trap balik si Forfaiter itu. Malah jumlah yang saya trap dua kali. Gimana caranya saya trap ? ya dengan transaksi pretender, menggunakan Asset back securities. Diskonto 40%. Ya dia makan. Saat dia tahu, 40% cash nya sudah saya kuasai. Memang berujung ke kasus. Tapi dua kali sidang. Dia tidak bisa mendatangkan saksi membuktikan darimana dia dapat uang yang saya ambil. Case closed.
Sejak itu bandar casino macao itu sangat respect ke saya. Bahkan dia tunjuk perusahaan PE saya yang baru berdiri sebagai asset meneger nya. Sejak itu duit casino nya saya jadikan CDS lewat offshore company. Pasti surat utang saya jadi AAA rate. Karena cash back collateral. Mudah dapat uang di market. Nah dengan skema itulah awal saya membangun investment holding.Tentu lewat LBO, sehingga saya bisa cepat berkembang. Sampai kini dia tetap sahabat saya dan mitra saya di Yuan Holding.
Apa hikmah dari cerita diatas? Awal nya anda bukan siapa siapa, tetapi karena ada something dibelakang anda, anda pun jadi something. Tentu tidak bisa dengan mudah. Orang respect kepada anda, bukan karena keluhan dan pakaian parlente, penampilan hedonism. Tetapi karena anda dianggapnya sebagai solution provider, bukan trouble maker.