subsidi gas

Arsip Terupdate
“ Mengapa subsidi gas untuk Pabrik di hapus. “ Tanya Aling ke saya saat bersama awi di kamar kerjanya. " kan dampaknya bisa banyak pabrik pada tutup. " “ Karena gas itu dihitung berdasarkan impor “ kata saya. “ Nah harga gas itu terus naik dan kurs rupiah terus melemah. Negara udah engga kuat subsidi terus. Wajarlah, kalau akhirnya subsidi dicabut.” Kata saya. “ Itu akan berdampak juga kepada pabrik pupuk” Kata Aling. Saya mengangguk. Aling keliatan sedih. “ Gimana kita mau swasembada pangan? Kalau capex jadi naik..” Lanjutnya. “ Tapi kan kita produsen gas nomor 14 dunia dan eskportil 10 besar dunia.” Kata ALing lagi. “ Ya benar. Tapi semua ladang gas kita sudah di offtake oleh buyer international. Udah diijon oleh asing” kata saya. “ Mengapa kita tidak bisa jadi offtaker ? “ Offtake itu bagian dari skema hutang pembiayaan project. “ “ OK, kita lunasi hutang itu ? Kata ALing lagi. “ Kan bisa kita offtake. Kan jelas kebutuhan dalam negeri sangat besar. Masalahnya apa? “ Kita tidak punya kemampuan logistic. Maklum Gas itu mudah terbakar. Tanpa ketersediaan tekhnologi logistic sangat riskan dalam pengangkutan dan penyimpanan. “ Kata saya tersenyum. “ Duh segitunya nasip kita. Lagi lagi rendahnya kompetensi bisnis kita dalam hal SDA. “ Aling mengeluh. Ngeluh sendiri. “ Ling.” Kata Awi “ Bukan hanya gas. Lue lihat berpuluh juta ton batubara, nikel di ekspor ke luar negeri. Sebagian besar ekspor itu melalui Singapore. Kan Yuan kebagian bisnis cargo itu. “ Awi ikut celoteh “ Mengapa ? “ cargo batubara dan nikel itu sangat besar. Di Indonesia tidak ada BUMN/Swasta yang punya kapasitas logistic berkelasa dunia itu. Jadi masih tergantung kepada asing. “ Kata Awi. “ Makanya engga kaget ya, walau kita surplus neraca perdagangan. Tetapi neraca jasa tetap aja defisit. Tentu DHE masuk ke Singapore lebih besar. “ Kata Aling dengan nelangsa. “ Apa kita engga bisa kuasai logistic sophisticated itu,? Tanya Aling. “ Bisnis logistic international itu bagian dari ekosistem financial global. Sngapore adalah hub financial global. Hampir semua pemilik raksasa logistic terhubung dengan Lembaga hedge fund yang mengelola portfolio supply chain global. Mereka mengontrol sumber daya oil and gas, mining, industry dan manufaktur, komoditas pangan. “ Kata saya berusaha mencerahkan. “ Dan sampai kini kita tidak pernah memahami lanskap ekonomi dunia. Makanya kita terlalu puritan sebagai bangsa di hadapan kekuatan financial global. Besar tetapi bagi mereka lilliput. Karena kepemimpinan yang low class. “ kata Awi. “ Ah lue sok bijak. “ Aling sewot ke Awi. “ Udah seperti si padang mantiko ini. “ Aling melirik saya. “ Bisa nya nyindir pemerintah. Bukan nya bantu, malah memanfaatkan kebodohan pemerintah. Bisnis logistic Yuan di Singapore makin tajir aja. “ Lanjut Aling. Gua lagi disalahkan, Ah mending diam aja. Dan beri kode Awi, untuk diam dan pergi aja. Entar nyampe dech ke oma. Wenny lagi disalahkan. Pening gua.