Mengapa Indonesia sangat rentan dengan factor eksternal? Tanya teman saat kemarin makan malam. “ Era SBY dan Jokowi factor eksternal itu tidak berdampak serius terhadap pasar uang. Tetapi di era Prabowo itu keliatan sekali. Yield naik, SBN daya serapnya tinggal 1,4x sebelumnya 4x. Kurs tembus Rp. 17000. “ Lanjut teman.
Saya katakan, Dunia menghormati ketergantungan modal dari pihak eksternal, Itu Namanya kolaborasi dan sinergi, tetapi politik kekuasaan, nah itu lain ceritanya. Di era Prabowo, pemain pasar global melihat stabilitas politik tidak dibangun diatas kemandirian tetapi tergantung kepada AS. Ketergantungan eksternal itu keliatan sekali cara vulgar.
Mengapa ?
Dalam ekonomi politik internasional, investor jangka panjang tidak hanya menghitung potensi laba, biaya produksi, atau insentif fiskal. Mereka juga menilai daya tahan politik suatu negara, terutama apakah stabilitas negara tersebut lahir dari kapasitas internalnya sendiri atau justru dari perlindungan, patronase, dan jaminan negara lain seperti AS. Itu beresiko dalam jangka Panjang. Kan kekuasaan itu dibatasi oleh waktu.
Kita ambil contoh Venezuela. Negara itu sejak dianeksasi oleh AS, justru tidak mendorong investor bursa mau invest. Akibatnya TNC MIGAS amerika serikat tidak mendapatkan dukungan financial. Ya tetap aja tidak ada ekspansi investasi. Akhirnya yang dapat konsesi justru spanyol, Repsol yang didukung pembiayaan China. Dimana China memang sudah lebih dulu bertahun tahun invest di Venezuela lewat skema B2B.
Literatur empiris mutakhir menunjukkan bahwa risiko geopolitik yang bersifat spesifik pada suatu negara (country-specific geopolitical risk) yang bergantung stabilitas politiknya dengan pihak luar, misal AS. Itu terbukti dalam survey pada 41 negara. Temuan ini juga sejalan dengan studi pada pasar Indonesia, yang menunjukkan bahwa investor asing secara aktif merespons guncangan geopolitik dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya dalam aktivitas beli dan jual di pasar keuangan.
“oh begitu pentingnya politik bebas aktif. Genius sekali pendiri negara kita ini.. Mereka berpikir melewati zamannya.” Kata teman menyimpulkan. Saya senyum aja.