korupsi Pertamina

Arsip Terupdate
Bro, Itu mantan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto sedang diperiksa oleh KPK terkait kasus korupsi pengadaan LNG di PT Pertamina Tahun 2011-2014. Gimana sih sebenarnya kasus itu.” Tanya Aling tadi siang saat ketemu saya di Lounge fountain. “ Emang kenapa ? “ Keliatannya rumit amat. Mantan Dirut Pertamina Karen sudah divonis dan sekarang Pak Dwi juga kemungkinan kena juga:" “ Rumit karena persepsi hukum dan management berbeda. KPK melihat dari adanya kerugian dari transaksi pengadaan LNG sebesar USD 140 juta dan Pertamina melihat dari business process. Kan dalam bisnis process engga selalu ada untung, bisa aja rugi. “ Kata saya. “ Coba ceritakan aja kronologinya secara sederhana. “ “ Ceritanya begini. Pertamina dapat penugasan dari pemerintah untuk menutupi defisit LNG dalam negeri. Ya Pertamina beli dari sumber international. Karena sumber dalam negeri sudah di offtake semua oleh asing. Nah belinya sama CCL, yang punya lapangan gas di Texas. Kontrak SPA 2014, jangka waktu 40 tahun, kalau enggga salah. Karen ex dirut Pertamina itu jago. Dia deal dengan pemain hedge fund, Blackstone sebagai investor lapangan gas itu. Jadi dia terlibat dalam skema investasi sebagai offtaker lapangan GAS CCL. Tentu syarat kontrak menjadi secure bagi Pertamina. Dan harga kontrak sangat murah pastinya. Beda 1 USD per MMBTU dibandingkan dengan lainnya, seperti Total. Tapi oleh Dwi tahun 2015 diubah. Akibat nya pada saat delivery tahun 2018 harga beli jadi mahal. Pertamina tekor. Itulah yang disebut KPK korupsi. “ Kata saya. “ Setelah tahun 2018, apakah Pertamina rugi? “ Engga. Tahun 2019. Pertamina untung. Karena harga jual gas terus naik. Tapi tahun 2020-21 rugi karena ada Pandemi. Tapi setelah itu untung terus. “ kata saya. “ Terus kenapa Karen, dirut pertamina jadi terpidana. Kan dia nguntungi Pertamina.” Tanya Aling. “ Nah inilah yang sulit dijelaskan. Ini soal ada intrik bisnis. Susah gua jelasin.” Kata saya. “ Jelasin aja.” “ Tahun 2018, Pertamina adakan selection buyer lewat tender. Yang ikut pemain semua. Yang menang Trafigura. Tapi entah mengapa Direksi Pertamina tidak mau eksekusi kontrak itu. Padahal kalau diesekusi Pertamina bisa untung. Ya orang di PHP kan marah. Jadilah kasus. Apalagi Pertamina deal dengan pihak lain, malah rugi. Ya udah, goreng aja sekalian ” kata saya tersenyum. “ Nah kenapa Pak Dwi kena juga.? “ Kan gua bilang tadi. Kontrak yang pertama kan ditantangani Karen tahun 2014, diubah Pak Dwi pada tahun 2015. Nah perubahan itu merugikan pertamina pada tahun 2018?” Kata saya. “ Tentu ada alasan mengapa dia ubah kontrak itu? " Duh, kontrak SPA dan MPA itu sangat rumit terutama soal logistik dan penentuan harga. Standar harga Boston, beda dengan Singapore, beda lagi Tokyo. Orang kalau engga ahli bangat dalam hal trading, pasti mudah kena tipu. Apalagi kan semua trader adalah pemain hedge fund. Mereka jago trap orang. Mungkin Dwi kena provokasi orang lain untuk ubah kontrak. Dia pikir untung ternyata buntung. " Kata saya; " Tapi kan secara bisnis Pertamina engga rugi? “ Kalau dihitung neraca laba rugi kontrak dengan CCL sejak tahun 2018 sampai sekarang, Pertamina untung. Apalagi harga gas terus naik. Paham ?“ Kata saya. “ Nah baru gua paham. Baca berita bingung gua.” Kata Aling. Saya senyum aja. “ koh lue bisa lancar banget jelasinnya? “ Gua pedagang. Ya tahu lah.”