SafeNet bergetar menjelang tengah malam. Aku baru selesai membaca laporan pasar ketika nama Mia muncul di layar. Tidak biasanya dia menghubungiku selarut itu, kecuali ada sesuatu yang besar. Aku menerima panggilan.
“Pak…” Suaranya terdengar menahan kegembiraan. “Bapak benar.”
Aku bersandar di kursi. “Benar soal apa?”
“Menanti di depan kurva.”
Aku diam.
Mia melanjutkan dengan cepat. “Yield SBN tenor sepuluh tahun sudah 7,25 persen. Waktu kita ambil posisi masih sekitar 6 persen. Posisi futures kita menghasilkan keuntungan lebih dari satu triliun rupiah.”
Aku memandang layar terminal di depanku. Angka-angka bergerak dalam warna merah dan hijau, tetapi tidak ada satu pun yang terasa mengejutkan. “Sudah dihitung setelah biaya carry dan margin?” tanyaku.
“Sudah, Pak. Sudah termasuk biaya hedging, rollover, dan mark-to-market.”
“Likuiditas?”
“Aman. Counterparty sudah konfirmasi settlement.”
Aku mengangguk pelan, meski Mia tidak dapat melihatnya.
“Bagus.”
Di seberang sana, Mia terdiam beberapa detik. Kemudian dia bertanya, “Bagaimana Bapak bisa terus benar?”
Aku tersenyum kecil. “Aku tidak selalu benar.”
“Tapi kali ini Bapak sudah bilang sejak empat bulan lalu bahwa rating Indonesia akan dipertahankan, sementara yield akan naik.”
“Itu bukan ramalan.”
“Lalu apa?”
“Membaca kepentingan.”
Mia tidak menyela. Aku berdiri dan berjalan mendekati jendela. “S&P tidak harus menurunkan rating agar investor mendapat keuntungan,” kataku. “Justru bagi banyak hedge fund, skenario terbaik adalah rating tetap investment grade.”
“Mengapa?”
“Karena selama rating tetap investment grade, obligasi Indonesia masih boleh dimiliki oleh banyak dana institusi. Dana pensiun, perusahaan asuransi, mutual fund, dan mandate-based funds tidak dipaksa keluar. Dan pemerintah akan terus berhutang, akan semakin banyak supply SBN, tentu yield akan terus naik “
“Jadi basis investornya tetap besar.”
“Benar.”
“Tapi kalau yield naik, harga obligasi jatuh.”
“Itulah yang kita inginkan.”
Mia mulai menangkap maksudku. “ S&P mempertahankan statusnya agar pasar tidak runtuh total, tetapi membiarkan harga risikonya naik.”
“Ya.S&P kan hidup dari komunitas hedge fund. “
“Rating tetap baik, tetapi premium membesar. Dan rakyat harus membayarnya lewat pajak, berkurang danan social dan subsidi.”
“ Ya..”
“ Kan jahat pak..”
“ Saya bukan Tuhan. Saya pedagang. Selebihnya Itu urusan pemerintah dan rakyat Indonesia dengan Tuhan “
Hening..