seed capital
Saya diundang makan malam dengan investment banker. Kebetuan dia mau kenalkan dengan clients nya. Saya ikut aja. Saya minta Lina dampingi saya. Kebetulan dia ada janji meeting tempat lain. Mau telp siapa lagi dampingi saya. Awi? Dia lagi di montecarlo ikut lelang barang antik. Florence di Sing. Ya udah saya datang sendirian aja.
Saya datang terlambat 10 menit. Mereka sudah datang semua. Investment banker itu perkenalkan satu persatu. Mereka menyerahkan kartu namanya masing masing. Saya tidak. Saya senyum aja.
“ Pak ALe, “ Seru Investment banker.” Ini clients saya yang punya IUP tambang dan izin Smelter bauksit. Dia sedang jajaki kerjasama dengan raksasa Aluminium dari China. Nah dia sedang usaha cari seed capital untuk pre financing dapatkan equity 30% dari project funding. “ Lanjutnya.
“ Dan ini Miss Michelle” kata investment banker menunjuk satu waita yang duduk depan saya. “ Dia relasi saya di London. Dia yang akan atur seed capital. “ Lanjutnya. Saya mengangguk memberikan isarat respect. Saya senyum aja.
“ Pak ALe ini’ Lanjut teman investment banker “ dia punya teman di Yuan Holding. Mungkin bisa disinergikan untuk bahas seed capital” Lanjutnya.
“ Ah Yuan. “ Kata Michelle mencibir. “ itu kan dibelakangnya pemain hedge fund kelas predator. “ Lanjutnya cepat.
“OH ya..? kata teman investment banker dan yang lain juga terkejut.
“ Mereka hostile DG group industri alumnium termasuk 10 besar di China dan kemudian hostile juga CZH limited, produsen aluminium extrusion di korea. Itu juga besar. Engga ada yang selamat dari kerakusan Yuan. Mereka special create hedge fund untuk leverage project derivative value. Makanya hegemonil sumber daya itu strategi utama mereka meningkatkan value produk hedge fund nya. “ kata Michele.
“ Siapa fund manager nya ?tanya teman saya.
“ Itu bagian dari netrwork JPM New York. “ jawab michele
“ Maksud saya siapa person di balik Yuan?
“ Kalau engga salah orang italia, namanya B. Tapi saya tidak pernah ketemu dia. Dia memang misterius..” Kata michele. Saya senyum aja. “ Tapi memamg mereka besar, bukan saja soal skala ekonomi tetapi memang unlimited financial resource “ Lanjut michele. “ anda pernah bertemu dengan B? Tanya Michele ke saya.
“ Tidak pernah. “ kata saya.
“ Siapa kontak anda di Yuan?
“ Ibu Wenny Poh.”
“ Oh dia itu kan partners nya Richard dan Steven. Dua raksasa dari konglomerat financial dan Casino. “ kata Michele. Saya senyum aja dan nikmati hidangan makan. Saat akan bayar bill saya terpaksa keluarkan Black Card Paladium. Michele keliatannya perhatikan dengan lirikan yang cepat.
Usai makan malam saya terus ke Berghundi cafe hisap rokok dan ngopi. Asem mulut udah makan engga merokok. Saat merokok itu saya lihat Michele masuk cafe. Dia menghampir saya. “ Saya ingin bertemu dengan B. Apa bisa bantu “ Tanyanya langsung saat duduk. Saya senyum aja sambil hembuskan asap cigar. “ Kamu kan kenal Wenny?
“ Ya.”
“ Bicaralah dengan Wenny untuk ketemu dia.” kata saya cepat. Dia mengangguk tapi matanya terus menatap saya. Ah nih cewek. Datang pas malam jumat. Malam untuk oma lagi..mending cuekin aja..