likuiditas

Arsip Terupdate
Likuiditas adalah darah “ Ale, gua baca data laporan keuangan konsolidasi Yuan tahun 2023. Utang Yuan itu mencapai USD 150 miliar. Itu sama dengan 50% dari utang Luar negeri Indonesia. Lue engga kawatir.” Tanya aling “ Engga ada masalah. Kan cash flow lancar. DSR Yuan rendah. Hanya 2 % omzet untuk bayar bunga. Hanya 10% dari profit tahunan. Pertumbuhan usaha diatas 7%. DER samgat solvable. Secure.” Kata saya tersenyum. “ Pernah engga lue di tekan oleh investor atau lender ? tanya Aling. “Mana berani mereka tekan gua. Sekali mereka call, gua lunasi. ” Kata saya. “Kenapa ?“ “ Equity Yuan besar. Itu terakumulais dari Cadangan laba, Cadangan laba itu di kelola oleh AMG dalam bentuk portfolio saham dan bond pada perusahaan investor insitusi dan perbankan. Jumlahnya jauh lebih besar dari utang. Value nya terus naik seiring meningkatnya Marcap perbankan itu. “ kata saya. “ Wow.. gimana lua bisa berpikir sangat konservatif. Padahal yang gua tahu lue kan orang kampung “ Kata Aling. “ Itu karena pengetahuan dan akal sehat. “ kata saya. “ Bisa jelaskan? “ Likuiditas itu ibarat darah. Darah yang mengalirkan kehidupan pada system tubuh kita. Tanpa darah kita mati. Likuiditas itu sangat penting menentukan kelanjutan usaha. Agar cash flow terjaga, ya Yuan holding tetap perusahaan tertutup. Walau sebagian anak perusahaan menjadi perusahaan publik. Tetap aja cash flow Yuan kendalikan.“ Kata saya. “ Gimana kalau soal negara ? “Venezuela itu termasuk salah satu negara penghasil migas terbesar di dunia. Sekian decade menjadi negara makmur di Amerika Latin. Namun keadaan berubah cepat saat venezuela gagal bayar surat utang nya. Venezuela berproses jadi jatuh miskin. Karena Sumber dana market tertutup. Likuiditas kering. Pemerintah malah cetak uang. Ya dampaknya kurs terjun bebas. Jadilah negara gagal. Sebenarnya total utang Venezuela dibandingkan dengan SDA migas nya, hanya secuil saja. Namun sumber daya keuangan tertutup, berdampak kepada likuiditas. Jadi bisa disimpulkan, bahwa Venezuela jatuh bukan karena miskin tetapi karena likuiditas kering. Kesulitan likuiditas pada negara itu berawal dari kering nya likuiditas korporat. Spread lending and saving sanga lebar. Pertumbuhan kredit perbankan lebih tinggi daripada pertumbuhan tabungan. Penyebabnya karena uang beredar tidak semua dalam bentuk sector real yang create job luas. Artinya sebagian besar bersifat rente. Itu membuat cost of money jadi mahal. Dunia usaha jadi stuck. Penerimaan pajak drop. Akhirnya terjadilah gagal bayar utang. Ya sistemik. Ekonomi runtuh. “ Kata saya mencerahkan. “ Apa penyebabnya ? “ Ya karena baik dunia usaha maupun negara, dikelola oleh mereka bermental korup. Pada waktu bersamaan rakyat tidak punya literasi keuangan sehingga engga bisa kritik pemerintah. Jadi demokrasi tidak punya value. Ya mana ada value kepemimpinan yang lahir dari pemilih yang bodoh. “ kata saya.