KEMBALI
Dashboard.
Lebih parah dari 98
Arsip Terupdate
IHSG bisa naik walaupun sebagian besar saham biasa-biasa saja. Cukup beberapa saham berkapitalisasi besar bergerak tinggi, indeks pun terlihat gagah. Indeks memang demokratis dalam nama, tetapi suaranya berbobot kapitalisasi. Perhatikan, saham tertentu perlu dijaga karena menjadi collateral transaksi repo. Kalau harga jatuh, nilai jaminan turun, LTV naik, lalu datanglah tamu yang tidak diundang: top-up collateral atau margin call. Ya kalau harga saham turun maka value collateral juga turun, terpaksa topup, terjadi potensi forced selling. Sebaliknya, menjaga harga tetap tinggi dapat menjaga collateral tetap nyaman. Yang menarik justru membandingkan IHSG dengan CDS, yield SBN dan rupiah. CDS 10 Tahun: Berada di kisaran 137,8 bps (per 6 September 2026), menunjukkan peningkatan risiko yang dipersepsikan pasar.CDS 5 Tahun: Berada di level 82,54 bps (per 9 September 2026), mengalami kenaikan sekitar +19,81% secara tahunan (year-to-date) dari posisi akhir 2025 di 69,05 bps. Jadi jangan hanya melihat papan IHSG. Apalagi bahasa influencer yang bombastis. Kalau IHSG naik karena segelintir saham, sementara CDS naik, yield SBN naik, rupiah melemah dan asing keluar, pasar sedang menceritakan dua Indonesia: Yang satu cantik di layar bursa. Yang satu sedang dihitung risikonya oleh kreditur. Dan kreditur biasanya kurang tertarik pada make-up. Maka yang terjadi terjadilah lebih parah dari 98