Hedge fund itu prioritas mereka ngumpulin cuan dari Yield obligasi negara. Mengapa? Karena lebih aman dan terukur. Beda dengan saham dan komoditas yang lebih volatilitas.. Paham ya.
Nah saat pemain hedge fund tahu, Indonesia mengalami twin defisit, mereka sell off saham. Excuse nya gampang. Tinggal tekan MSCI keluarkan peringatan soal free Float. Padahal mereka sudah tahu sejak lama dan menikmati gorengan saham. Tapi itu perlu agar mereka tetap keliatan malaikat saat keluar. Mereka mulai jual saham, IHSG terkoreksi.
Kemudian duit itu dipindahkan ke pasar NDF. Mereka mulai tekan rupiah. Engga perlu buru buru.Santai saja. Sedikit aja pergerakan, cerita akan bertaut dengan jatuhnya iHSG. Investor menengah mulai panik. Pemerintah mulai panik. Nah BI naikan suku bunga acuan. Namun provokasi Menteri keuangan agar tahan yield lewat buyback SBN. Jadi upaya BI useless. Inkonsistensi menciptakan distrust market. Persepsi liar.
Saham terus jatuh, dan NDF terus goyang rupiah secara berlahan menuju titik surrender or die. Agar pemerintah tetap lengah maka perlu ditiupkan issue tentang DHE. Lobi ring kekuasaan agar buat retriksi ekspor komoditas andalan lewat single gateway.. Dan pemeirntah segera setuju..Inkonsistensi meluas secara global. Persepsi terbentuk sudah. Indonesia sell.
Nah dengan situasi itu. Hedge fund sedang melakukan pengepungan benteng Indonesia. Adu kuat aja. Siapa yang lama bertahan. Hanya bedanya, hedge fund nunggu di depan kurva sambil isap cigar dan senyum. Sementara pemerintah dihadapi tekanan likuiditas akibat inflasi impor. Hanya masalah waktu, pemrintah harus buka gerbang benteng. Surrender. Melepas yield tinggi. Hedge fund masuk dengan kemenangan. Yield obligasi dua digit ! Cuan besar .
Trade off nya Indonesia harus restruktur APBN lebh efisien, focus bayar bunga dan utang yang sudah diatas 50% dari penerimaan pajak. Deregulasi investasi yang lebih ramah investor. Jangan disalahkan hedge fund. MEreka udah peringatkan berkali kali lewat Lembaga rating, IMF tapi tidak didengar. Ya udah. Kita maklum. Dimana mana orang bego dimakan orang cerdas. Dimana mana orang culas jadi pecundang. Dimana mana orang lemah dimakan orang kuat.