Akuisisi tampa modal

Arsip Terupdate
Akuisisi tampa modal ( smart financial). “ Ale, bulan lalu gua baru pulang dari Saopolo, Brazil. Ikut tour yang diadakan Yuan bagi semua Chairman anak perusahaan yang ada di Asia Tenggara. “ Kata Aling saat ketemu saya tadi cafe. “ Duh Ale, gila gila banget. Luas banget. Engga kebayang, Yuan punya lahan lebih 1 juta hektar kebun tebu. Tiap block 400.000 hektar. Lengkap dengan 7 refinery. Gede lagi refinery. Benar benar besaar “ lanjut aling. Saya senyum. “ Wenny cerita, Ale akuisisi kebun tebu itu dari konsorsium BUMN dan Koperasi Eropa. Mereka jual bisnis itu saat harga ethanol jatuh di pasar dunia akibat kalah dengan harga gas dan mereka bleeding..” Kata Aling. “ Cerita Wenny, Yuan engga keluar uang sama sekali untuk akuisisi itu. Gimana caranya ? Saya senyum aja. Asik dengan hape. “Ale. Ceritakanlah kenapa koperasi Eropa dan BUMN itu mau jual. Awak mau dengar ? desak aling. “ Mereka sendiri engga mau jual. Tapi bank paksa mereka jual. Sementara saat itu Eropa keluarkan aturan code restriction Food for fuel. Terus ada fund manager di Eropa tawarkan ke saya untuk saya beli. Ya saya ajukan skema SWAP collateral. Collalateral kebun saya ambil, saya tukar dengan MTN yang di endorsed oleh First class bank, yang likuiditas nya lewat pasar 144a Sec.” Kata saya. “ Terus. Darimana lue bisa create MTN yang di endorsed first class bank ? “ Ya, itu kan credit link note. CDS dari offshore company yang punya rekening cash. Provider CDS Lembaga keuangan first class. “ kata saya. “ Siapa yang punya rekening cash ? “ Teman. Gua sewa setahun bayar fee 0,2%. Kata saya. “ Dah begitu aja ? kata aling berkerut kening. “ Ya. Gitu aja” kata saya cuek. “ Risk management nya gimana? tanya Aling. “ Ah sebenarnya bank itu gunakan saya untuk window dressing dan sekaligus selamatkan BUMN dan Koperasi dari default. “ Kata saya sekenanya. “ Kok lu mau aja dijadikan settlor untuk mereka cuci piring? “ Ya gua engga ada resiko. Cost arrangement dan preparing settlement ditanggung oleh Koperasi. Lagian mereka mau karena dari awal sudah tahu sama tahu. Itu bisa dilihat dari skema yang gua ajukan. Selagi semua legitimate ya udah. Soal besok kumaha engke. Andaikan lima tahun kemudian MTN default ya udah. Buat skema baru lagi. Gitu aja. Nama gua aman. Kan perusahaan yang ambil alih itu atas nama perusahaan cangkang.” Kata saya. “ Terus gimana sampai sustain dan jadi punya Yuan? “ Kebetulan setelah gua ambil alih. Ada Pendemi. Harga gula melambung. Kena lagi perang Rusia- Ukraina, harga gas naik, dan ethanol diburu oleh Eropa. Terus, Eropa beri trade off fee atas emisi karbon dari fuel ethanol. “ Kata saya. “ Duh, lue dapat cuan dari kenaikan harga gula. Dapat lagi cuan dari kenaikan harga ethanol dan dapat lagi credit carbon. Makanya lue alihkan jadi anak usaha Yuan, dan estate food dikelola dengan tekhnologi dari Israel. Dalam setahun Yuan bisa lunasi utang MTN. Gitu aja.? ” kata Aling menyimpulkan. Saya mengangguk. “ Siapa team yang terlibat ? “ Ketua team Yuni dan dibantu oleh team Wenny di Hong Kong dan Tom di NY. “ Kata saya. “Mereka kerja keras proses skema lue. Berbulan bulan mereka kurang tidur dan kadang di omelin ama lue. Wara wiri Hongkong -Eropa, Brazil. Dan Lue Cuma di rumah berdoa aja ? kata Aling " sambil kelonin bini gua di rumah" kata saya tersenyum. Aling cemberut